kemudahan memahami Islaam


9. Sihir
12 Januari 2008, 1:34 am
Filed under: Pembatal-Pembatal Keislaaman

Selanjutnya teman, di antara pembatal keislaaman adalah:

9. Sihir, barangsiapa yang melakukan sihir atau memintanya atau ridha kepada perbuatan sihir yang padanya terdapat kekufuran maka sungguh ia telah malakukan perbuatan pembatal keislaaman. 

Sihir adalah perbuatan yang dilakukan oleh tukang sihir.

Dari penjelasan para ulama dapat disimpulkan bahwa sihir terbagi menjadi tiga: 

1. Sihir yang menggunakan buhul-buhul (ikatan-ikatan), jampi-jampi, tiupan-tiupan, jimat-jimat, bacaan-bacaan dan tulisan-tulisan yang tidak dimengerti, yang mana dengan jenis sihir ini para tukang sihir itu meminta bantuan setan-setan yang terkutuk untuk memudharatkan orang yang disihir. Ini adalah perbuatan kekafiran.

Dan sihir seperti ini memang memiliki pengaruh baik berupa kematian orang yang disihir, atau orang yang disihir menjadi sakit atau ia menjadi menderita gangguan pada jiwa dan akalnya. Namun tentunya hal itu dapat terjadi jika Allah menghendakinya, apa yang Allah kehendaki terjadi pasti terjadi dan apa yang Allah kehendaki tidak terjadi tidak akan pernah terjadi.

2. Sihir yang tidak hakiki berupa pengkhayalan dari tukang sihir kepada orang-orang yang disihir dengan meminta bantuan kepada para setan yang terkutuk. Ini juga adalah perbuatan kekafiran.

Sihir jenis ini misalnya seorang tukang sihir mengkhayalkan atas mata-mata manusia bahwa ia bisa merubah bentuk suatu benda, misalnya merubah batu menjadi hewan. Dan apa yang mereka lakukan itu hanyalah sekedar pengkhayalan atas mata-mata orang yang mereka sihir. Sedangkan pada keadaan sebenarnya benda-benda tersebut tidaklah berubah, karena tidak ada yang bisa merubah wujud suatu benda kecuali hanya Allah.

“(Musa) menjawab: ‘Lemparkanlah (lebih dahulu oleh kalian)!’. Maka tatkala mereka melemparkan , mereka menyihir mata-mata manusia dan membuat mereka (para manusia) menjadi takut serta mereka (para tukang sihir itu) mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan)” (Terjemahan surat Al-A’raaf : 116)

“(Musa) berkata: ‘Bahkan (silahkan) kalian sekalian melemparkan’. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka dibayangkan kepadanya dengan sihir mereka seakan-akan ia (tali-tali dan tongkat-tongkat mereka itu) merayap cepat”. (Terjemahan surat Thaha : 66)

Teman -semoga Allah merahmatimu- ketahuilah bahwa termasuk contoh-contoh sihir antara lain: seorang tukang sihir menampakkan (beratraksi) bahwa ia membunuh seseorang kemudian menghidupkannya lagi, memotong kepala seseorang lalu disambungkan lagi, menarik mobil dengan rambutnya, memakan api, menikam sendiri tubuh dan matanya dengan pedang besi tanpa merasakan sakit dan tidak berbekas, memakan kaca, ilmu pelet, guna-guna, ilmu santet, teluh tenung, perdukunan, ilmu nujum, ramalan bintang, atau yang lainnya. Maka ini adalah sihir, walaupun mereka menamakan kejahatan ini bukan dengan sihir. Ini adalah sihir walaupun tukang-tukang sihir itu menamakan diri mereka bukan dengan nama tukang sihir. Kepada Allah kita memohon pertolongan dan perlindungan.

Kemudian ada juga ulama yang menambahkan jenis yang ketiga dari sihir, yaitu:

3. Sihir yang menggunakan obat-obatan atau ramuan-ramuan yang memilki pengaruh terhadap tubuh maupun pikiran orang yang disihir, dengan tidak meminta bantuan setan. Ini adalah perbuatan kefasikan dan dosa besar.

Teman, apakah tukang sihir dan orang yang mempelajari sihir kafir?

Sebagian ulama berpendapat memutlakkan bahwa tukang sihir dan orang yang mempelajari sihir adalah kafir. Alasannya : karena mereka tidak akan bisa mempelajari dan mencapai kemampuan sihir tersebut kecuali dengan melakukan perbuatan kekafiran, misalnya: meminta tolong kepada setan, mengabdi kepada setan, mengolok-ngolok diin Islaam (seperti: menginjak-nginjak kitab suci Al-Qur-aan, menjadikannya alas kaki, dan hal-hal lainnya). Kita berlindung kepada Allah dari segala macam perbuatan kekufuran.

Dan sebagian ulama merinci, di mana mereka membagi bahwa perbuatan sihir ada yang berupa perbuatan kekafiran dan ada yang berupa perbuatan kefasikan;

1. Yang berupa perbuatan kekafiran adalah yang padanya terdapat hal-hal kekafiran, seperti: meminta tolong kepada setan, menginjak-nginjak kitab suci Al-Qur-aan, dan lain-lainnya. Maka pelaku sihir ini dan orang yang mempelajarinya dihukumi kafir.

2. Yang berupa perbuatan kefasikan adalah sihir yang hanya menggunakan obat-obatan dan ramuan-ramuan atau bahan-bahan kimia tertentu tanpa ada padanya perbuatan-perbuatan kekafiran. Maka ini hukumnya adalah kefasikan dan dosa besar. Wallahu a’lam.

“Dan mereka1 mengikuti apa yang dibaca setan-setan pada (masa) kerajaan Sulaymaan (dan mereka mengatakan bahwa Sulaymaan itu mengerjakan sihir), padahal Sulaymaan tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), akan tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan kepada manusia sihir dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Baabil (yaitu) Haarut dan Maarut, dan tidaklah keduanya mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sampai (terlebih dahulu) mereka berdua mengatakan: ‘Sesungguhnya kami berdua adalah fitnah maka janganlah kalian kafir’. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan seorang (suami) dengan istrinya. Dan tidaklah mereka (tukang sihir itu) dapat memberikan mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah2. Dan mereka mempelajari apa yang memudharatkan mereka dan (sama sekali) tidak bermanfaat untuk mereka. Dan sungguh mereka telah mengetahui bahwa sungguh orang yang membelinya3 tiadalah baginya keberuntungan di akherat, dan sungguh amat buruklah apa yang mereka jual diri mereka dengannya kalau mereka mengetahui”. (Terjemahan surat Al-Baqarah : 102) 

Keterangan:

1 Yaitu orang-orang yahudi yang Allah sebutkan pada beberapa ayat sebelum ayat ini.

2 Hal ini tentunya sesuai dengan keagungan Allah. Sesungguhnya semua perbuatan Allah adalah baik. Sesungguhnya Allah Maha Memiliki hikmah.

3 Yaitu membeli sihir itu. Ada ulama yang menyebutkan dalam kitab tafsir mereka bahwa maksud firman Allah ini adalah : membeli sihir dengan kitab Allah. Dan ada juga yang menyebutkan bahwa maksud firman Allah ini adalah : membeli sihir dengan diin Islaam dan al-haq. Dan ada juga yang membawakan pendapat yang lain. Wallahu a’lam.

Demikianlah saudara-saudariku maka hendaknya kita menjauhi segala macam praktek kesyirikan, apakah dengan alasan untuk kesehatan, hiburan, tontonan, budaya, atau alasan apapun. Karena barangsiapa yang melakukan sihir atau memintanya atau ridha kepada perbuatan sihir yang padanya terdapat kekufuran maka sungguh ia telah malakukan perbuatan pembatal keislaaman.  Kepada Allah kita memohon pertolongan dan perlindungan. Ya Allah berikanlah kami petunjuk untuk senantiasa istiqamah di atas Islaam.

Bersambung..

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: