kemudahan memahami Islaam


HUKUM JIMAT
9 Januari 2008, 6:33 am
Filed under: pembahasan2 TAWĤIID

HUKUM JIMAT

Saudara-saudari yang kucintai, tahukah kita apa hukumnya mengambil sesuatu sebagai jimat untuk mendatangkan keberuntungan dan menolak bala`?

Jika kita ditanya dengan pertanyaan ini maka jawablah: hukumnya haram.

Hukum mengambil atau meyakini sesuatu benda sebagai pendatang keberuntungan dan penolak bala` adalah haram dan terbagi menjadi tiga keadaan:

1. Kekafiran dan syirik besar, yaitu jika dalam jimat tersebut atau dalam usaha untuk mengambil jimat tersebut terdapat padanya praktek kesyirikan (menyerahkan ibadah kepada selain Allah) atau terdapat padanya perbuatan kekafiran.

Misalnya; Seseorang untuk mendapatkan jimat ia mesti:

mengabdi kepada jin,

atau menyembelih kurban untuk jin,

atau bertawakkal dengan rasa penghambaan, pengagungan dan perendahan diri kepada jimat tersebut,

atau berdoa kepada jimat tersebut,

atau memberikan sesajen,

atau sujud kepada jin / jimat tersebut,

atau perkara-perkara kekafiran dan kesyrikan lainnya, maka ini adalah syirik besar dan kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari Islaam.

2. Merupakan syirik besar, yaitu jika ia meyakini bahwa benda tersebut dapat memberikan manfaat atau keberuntungan dan menolak bala` atau bahaya dengan sendirinya tanpa adanya kehendak Allah, padahal tidaklah terjadi sesuatu apapun di alam semesta ini kecuali atas kehendak Allah.

3. Merupakan syirik kecil, yaitu jika ia meyakini bahwa benda tersebut hanyalah sebagai benda perantara sebab saja, adapun yang memberikan manfaat dan menghilangkan (menghindarkan) bahaya adalah Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya.

Misal untuk no 2 dan 3:

Ada seorang siswa yang memiliki sebuah pena. Siswa ini memilki keyakinan bahwa jika dia mengerjakan soal ujian dengan pena tersebut maka nilai ujiannya pasti selalu akan baik. Maka keyakinan ini adalah keyakinan syirik. Bisa jadi syirik besar atau syirik kecil.

a. Syirik besar jika dia berkeyakinan bahwa nilai ujiannya baik semata-mata karena pengaruh pena tesebut.

b. Syirik kecil jika dia berkeyakinan bahwa pena tesebut hanyalah sebab perantara semata yang tidak bisa memberikan manfaat dan mudarat, adapun nilainya baik adalah karena pemberian dan kehendak Allah semata, bukan karena pengaruh pena tersebut. Maka ini adalah syirik kecil karena siswa tersebut telah bersandar kepada sesuatu yang tidak pantas dan tidak mungkin untuk dijadikan sandaran menurut syari‘at Islam, karena pena dan nilai ujian yang baik tidak ada hubungannya sama sekali.

Demikianlah, washshalatu wassalam ‘ala Nabiyyina Muĥammad wa ‘ala alihi wa ash-ĥabihi wa man tabi‘ahum bi iĥsanin ila yawmid-din


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: