kemudahan memahami Islaam


Kesedihanmu itu [1]
9 Januari 2008, 7:09 am
Filed under: untuk yang sedih

Kesedihanmu itu [1]

Teman, bolehkah kita menangis di kala sedih?


Diriwayatkan bahwa Rasulullah ketika menjelang wafatnya putra beliau Ibrahim, Beliau memeluk dan mencium putra beliau tersebut. Kemudian ketika Ibrahim telah menghembuskan nafas terakhirnya bercucuranlah air mata Rasulullah. Maka berkatalah ‘Abdurraĥman ibn ‘Awf –radhiyallahu ‘anhu- kepada beliau: “Dan Anda Ya Rasulullah?!” Maka berkatalah Rasulullah: “Ya Ibna ‘Awf sesungguhnya ini adalah rahmat”. Kemudian Beliau melanjutkan ucapan beliau dan bersabda -‘alayhishshalatu wasaalam-: “Sesungguhnya mata itu menangis, dan hati itu bersedih. Dan kami tidak akan berkata-kata kecuali apa yang Rabb kami meridhainya. Dan sungguh kami dengan kepergianmu Ya Ibrahim benar-benar disedihkan” .


(Hadits riwayat Imam Al-Bukhariy. Lihat lengkap hadits ini di shaĥiĥ Al-Bukhariy (no. 1303). Dan Imam Muslim juga meriwayatkan hadits yang semakna).

Akan tetapi juga perlu diingat bahwasanya Rasulullah –‘alayhishshalatu wassalam- telah memperingatkan umatnya dari rasa sedih yang berlebihan-lebihan seperti: meratapi mayit , menampar pipi sendiri dan mengoyak-ngoyak kerah baju ketika ditimpa musibah.


(Lihat Hadits riwayat Imam Muslim no. 67 dan 103 serta riwayat Imam Al-Bukhariy no. 1226)

jadi, jika ingin menangis..-)

bersambung..


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: