kemudahan memahami Islaam


MENGENAL KESYIRIKAN [3] : Contoh-Contoh Kesyirikan dalam Masalah Uluuhiyyah
10 Januari 2008, 11:01 am
Filed under: mengenal kesyirikan sang pembatal keislaaman

MENGENAL KESYIRIKAN [3] 

Contoh-Contoh Kesyirikan dalam Masalah Uluuhiyyah   

           

b. Contoh-contoh kesyirikan dalam masalah uluuhiyyah:

 1. menyembelih kurban untuk jin atau mayit penghuni kubur.Contohnya: seseorang yang sakit parah agar sembuh ia lalu menyembelih ayam hitam untuk jin. 

2. berdoa kepada selain Allah. Seperti: berdoa kepada mayit penghuni kubur, berdoa kepada jin, berdoa kepada berhala/ patung, berdoa kepada jimat, dll. 

3. meyerahkan sesajen kepada patung, kuburan, jin atau “tokoh-tokoh fiktif (khayalan)”, walaupun dinamakan dengan istilah sedekah (seperti dinamakan dengan istilah sedekah bumi atau sedekah laut).Misalnya:

a. Sekelompok petani ketika panen maka mereka mengadakan acara syukuran dengan mengadakan upacara penyerahan sesajen kepada “dewi sri” yang disebut-sebut sebagai “dewi pertanian”. Ini adalah kesyirikan dan keyakinan sesat karena tidak ada yang memberikan manfaat berupa panen kepada para petani kecuali hanya Allah semata. Ini adalah perbuatan kesyirikan walaupun mereka mengatakan bahwa acara tersebut adalah untuk bersyukur kepada Allah.

b. Seseorang yang ingin mendirikan bangunan seperti rumah atau jembatan lalu ia memberikan sesajen kepada  jin yang disebut-sebut penunggu tempat tersebut misalnya dengan menyembelih kerbau untuk jin itu lalu kepala kerbau tersebut dikubur bersama pondasi bangunan tersebut untuk menolak bala`, atau dengan memberikan sesajen air bunga tujuh warna, atau sesajen apupun maka ini tidak boleh. Ini adalah keyakinan yang sesat dan merupakan perbuatan syirik. 

4. meminta pertolongan kepada orang yang sudah mati.Seperti:Seseorang yang tersesat di hutan atau sedang ditimpa suatu musibah lalu ia berkata: “Wahai Rasuulullah, tolonglah aku”, atau: “Wahai Kyai Fulan.. tolonglah aku”, padahal Rasuulullah dan Kyai tersebut sudah meninggal tidak memiliki kemampuan sedikitpun untuk menolongnya. 

5. meminta pertolongan kepada seseorang yang tidak bisa mendengar permohonannya.Misalnya:Seseorang yang sedang dikejar binatang buas lalu ia berkata: “Wahai Wali Fulan.. selamatkanlah aku!” Padahal kyai tersebut berada di tempat yang jauh yang tidak mungkin baginya untuk mendengar perkataan orang tersebut. Maka orang yang meminta tolong tadi telah berbuat kesyirikan karena tidaklah ia meminta pertolongan tadi kecuali karena ia meyakini bahwa wali atau kyai fulan tersebut memiliki kemampuan yang tersembunyi atau mengetahui hal yang gaib. 

6. sujud kepada patung, manusia, dukun atau jin.

7. meminta perlindungan kepada jin atau orang yang telah mati.Misalnya: Seseorang yang lewat di suatu tempat, atau seseorang yang ingin buang air kecil di hutan, lalu dia berkata: “Duhai penunggu tempat ini, permisi.. saya mau lewat, tolong jangan ganggu saya..”, atau dia berkata: “Wahai mbah penunggu tempat ini.. permisi..”. 

8. dll.

bersambung..


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: