kemudahan memahami Islaam


pembatal keislaaman [6]: pembatal ke 4 dan5
12 Januari 2008, 1:10 am
Filed under: Pembatal-Pembatal Keislaaman

Alĥamdulillah, washshalaatu wassalaam ‘alaa Nabiyyinaa Muĥammad wa ‘alaa aalihi wa man tabi‘ahum bi iĥsaanin ilaa yawmid diin. Kemudian, pembatal keislaaman yang selanjutnya:

4. Barangsiapa yang membenci sesuatu hal yang merupakan bagian dari diin ini yang Nabi Muĥammad –‘alayhishshalaatu wassalaam- datang dengannya walaupun orang itu melakukan hal tersebut maka ia telah melakukan perbuatan pembatal keislaaman.

5. Barangsiapa yang mengolok-ngolok sesuatu bagian dari diin Islaam ini, maka ia telah melakukan perbuatan pembatal keislaaman.

“Katakanlah (Ya Muĥammad):  ‘Apakah dengan Allah dan ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian berolok-olok?’ Tidak usah kalian meminta ‘udzur, sungguh kalian telah kafir sesudah beriman”. (Terjemahan surat At-Tawbah : 65-66) 

Teman -semoga Allah senantiasa menjagamu-, renungkanlah: para ulama telah menjelaskan bahwa orang yang melakukan pembatal-pembatal keislaaman dengan alasan hanya sekadar bergurau atau sekedar bercanda padahal telah sampai dan tegak atasnya hujjah maka alasannya tidaklah diterima, karena ia telah melakukannya dengan sadar dan kehendak sendiri. Maka hendaknya kita berhati-hati. Jangan sampai kita melakukan pembatal-pembatal keislaaman dengan alasan hanya sekadar bergurau.

Saudara-saudariku –semoga Allah menjauhkan diriku dan dirimu dari akhlak yang buruk- sudah selayaknya kita selaku orang yang beriman jika datang kepada kita ketetapan Allah maka kita mendengar dan taat terhadap apa yang telah Allah putuskan tersebut. Kita berusaha untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan sebaik mungkin. Kita berusaha, berdoa kepada-Nya memohon petunjuk dan pertolongan-Nya, kemudian bertawakkal kepada-Nya. Adapun jika kita belum mampu, maka jangan sampai kita menentang keputusan Allah. Mintalah ampun kepada-Nya, akuilah kelemahan dan kesalahan kita kepada-Nya, mintalah kepada-Nya petunjuk dan kemudahan untuk dapat melaksanakan ketetapan-Nya tersebut, Lalu berusahalah untuk melaksanakan hal tersebut sebaik mungkin dan semampumu. Jangan sampai kita menentang perintah Allah, atau membencinya, atau sampai mengolok-ngoloknya. Karena perbuatan membenci dan mengolok-ngolok sesuatu dari syari‘at diin Islaam adalah perbuatan kekufuran. Hendaknya kita senantiasa menjaga lisan dan hati-hati kita. Kepada Allah kita berlindung dan memohon keselamatan di dunia dan di akhirat.

Dan sungguh perkara ini telah banyak diremehkan. Teman -semoga Allah menjagamu-, seringkali kita dengar ucapan-ucapan yang mengolok-ngolok diin Islaam, yang mungkin kita telah menganggap cemoohan tersebut hal yang biasa, padahal hal tersebut adalah perkara yang sangat besar dan berbahaya. Misalnya ketika ada seorang muslim yang ingin melaksanakan syiar-syiar Islaam dalam kesehariannya seperti masalah janggut, maka diolok dengan “kambing”..“janggut kambing” -kita berlindung kepada Allah dari perbuatan mengolok-olok seperti ini-, padahal Rasuulullah –‘alayhishshalaatu wassalaam- adalah pria yang berjanggut lebat dan memerintahkan kaum lelaki dari umatnya untuk membiarkan janggut mereka tumbuh. Dan masih banyak lagi contoh yang lain. Karena itu duhai kaum muslimin yang masih menyayangi keimanannya, duhai kaum muslimin yang masih menyayangi dirinya, senantiasalah bertaqwa kepada Allah dan jagalah lisan-lisan kita. Kepada Allah kita memohon petunjuk.  

Bersambung..

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: