kemudahan memahami Islaam


pembatal keislaman [3] : syirik akbar
12 Januari 2008, 12:35 am
Filed under: Pembatal-Pembatal Keislaaman

1.      Syirik akbar.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni jika Ia dipersekutukan, dan Allah mengampuni (dosa) yang di bawah itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang menyekutukan Allah (berbuat syirik) maka sungguh ia telah berbuat dosa yang sangat besar.” (Terjemahan surat An-Nisaa` : 48)

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni jika Ia dipersekutukan, dan Allah mengampuni (dosa) yang di bawah itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang menyekutukan Allah (berbuat syirik) maka sungguh ia telah sangat jauh tersesat ”. (Terjemahan surat An-Nisaa` : 116)

“Sungguh-sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwasanya Allah adalah Al-Masiiĥ putra Maryam, padahal telah berkata Al-Masiiĥ: ‘Ya Banii Israa-iil beribadahlah kalian (hanya) kepada Allah Rabbku dan Rabb kalian’. Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah maka sungguh telah Allah haramkan atasnya surga dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim itu seorang penolongpun”. (Terjemah surat Al-Maa-idah : 72)

Demikianlah teman, betapa berbahayanya kesyirikan. 

Syirik adalah: menyekutukan atau menyetarakan Allah dengan selain Allah pada hal-hal yang hal tersebut merupakan kekhususan Allah. 

Dan syirik ada dua macam:

1. Syirik besar atau syirik akbar: yaitu perbuatan yang ditetapkan dalam diin Islaam sebagai perbuatan syirik dan mengeluarkan pelakunya dari diin Islaam.

2. Syirik kecil: yaitu perbuatan yang ditetapkan dalam diin Islaam sebagai perbuatan syirik tetapi tidak mengeluarkan pelakunya dari diin Islaam, namun ia adalah dosa besar, wajib bertaubat darinya. 

Contoh syirik akbar:

1. jika ada orang yang berkeyakinan bahwa ada makhluk yang mengatur alam semesta ini selain Allah, maka ia telah melakukan perbuatan syirik akbar.

Misalnya: meyakini ada yang bisa menurunkan hujan selain Allah, atau ada yang memberikan rezeki dan mengangkat balak selain Allah.

2. jika ada yang menyerahkan suatu peribadahan kepada selain Allah, maka ia telah melakukan perbuatan syirik akbar. Karena ibadah hanyalah khusus diperuntukkan untuk Allah tidak boleh diserahkan kepada selain Allah.

Misalnya menyerahkan ibadah kepada selain Allah: berdoa meminta keselamatan kepada mayit, menyembelih ayam hitam untuk jin, sujud kepada patung atau jin atau dukun, memberikan sesajen kepada jin-jin atau syetan-syetan. Kita berlindung kepada Allah dari segala macam bentuk kesyirikan.

3. Jika ada manusia yang menamakan dirinya dengan nama Allah atau dengan nama Ar-Raĥmaan maka ia telah melakukan perbuatan syirik akbar. Karena nama Allah dan Ar-Raĥmaan adalah diantara nama-nama yang khusus hanya untuk Allah. 

ü      Perbedaan syirik besar dan syirik kecil adalah:

1. Syirik besar mengeluarkan pelakunya dari diin Islaam. Adapun syirik kecil tidak mengeluarkan pelakunya dari Islaam.

2. Syirik besar menyebabkan pelakunya jika mati dalam keadaan belum bertaubat maka ia akan kekal di neraka. Adapun syirik kecil jikapun pelakunya masuk neraka karena kejelekannya lebih berat daripada kebaikannya maka ia tidak akan kekal di neraka, tempat kembalinya adalah surga.

3. Syirik besar menghapuskan seluruh amalan pelakunya. Adapun syirik kecil hanya menggugurkan amalan yang terhinggapi oleh syirik kecil tersebut.

Lihat pembahasan contoh-contoh kesyiikan yang lebih jelas pada kategori: “Mengenal Kesyirikan” pada blog ini juga.

Dan lawan dari syirik adalah tawĥiid. Setiap mukmin wajib menjaga kemurnian tawĥiidnya. Ia adalah kunci untuk dapat masuk ke dalam surga Allah.

Teman -semoga Allah merahmatimu-, ketahuilah bahwasanya tujuan utama diutusnya para rasul adalah untuk mendakwahkan kepada umatnya agar mereka beribadah hanya kepada Allah, agar mereka mentawĥiidkan Allah dalam peribadahan mereka.

“Dan sungguh telah Kami utus pada tiap-tiap umat rasuul (untuk menyerukan): ‘Sembahlah oleh kalian (beribadahlah kalian hanya kepada) Allah (saja) dan jauhilah At-Thaaghuut itu ‘ “. (Terjemahan surat An-Naĥl : 36)

Bersambung..


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: