kemudahan memahami Islaam


Hukum Masbuq
28 April 2012, 9:45 pm
Filed under: Fiqih

Hukum Masbuq

 

Masbuq adalah makmum yang terlambat (ketinggalan) ketika shalat berjamaah bersama imam.

 

1. Dari ‘Ali bin Abi Thalib dan Mu‘adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhumaa bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

 

“Apabila salah seorang dari kamu mendatangi shalat (berjamaah), sedangkan imam sedang berada dalam satu keadaan (gerakan), maka lakukanlah sebagaimana yang sedang dikerjakan imam tersebut”

H. R. Imam At-Tirmidziy, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albaniy rahimahumallahu ta‘aalaa

 

2. Di dalam hadits lain Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam juga bersabda:

 

“Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti. Maka apabila ia bertakbir maka bertakbirlah kalian. Dan apabila ia ruku’ maka ruku’lah kalian. Dan apabila ia sujud maka sujudlah kalian”

 

Jadi, apabila seseorang terlambat datang ke shalat jama‘ah maka yang harus ia lakukan adalah bertakbiratul ihram lalu setelah itu ia langsung mengikuti imam. Jika imam sedang ruku’ maka ia langsung ruku’. Jika imam sedang sujud maka ia langsung sujud. Jika imam sedang duduk tasyahhud akhir maka ia langsung duduk tasyahhud akhir.

 

Jika ia sempurna mendapati semua rakaat shalat bersama imam maka ketika imam salam ia juga ikut salam bersama imam. Namun jika jumlah rakaat yang ia dapati masih kurang maka ketika imam salam ia tidak boleh salam, tetapi ia bertakbir untuk berdiri mengerjakan rakaat yang ia masih kurang.

 

 

Kapan seseorang terhitung mendapatkan satu rakaat bersama imam?

 

Ada dua pendapat ulama dalam masalah ini:

  1. Pendapat Jumhur (mayoritas/ kebanyakan) ulama: ia terhitung dapat 1 rakaat kalau ia dapat (sempat) ruku’ bersama imam.

Ini juga adalah pendapatnya Ibnu ‘Umar, Ibnu Mas‘ud, Zayd bin tsabit dan selainnya dari para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum, dan juga imam yang empat (Ahmad, Malik, Syafi‘iy dan Abu Hanifah)

Dan ini adalah pendapat yang kami condong dengannya.

 

  1. Pendapat sebagian ulama: ia baru dihitung mendapatkan rakaat kalau ia sempat membaca surat Al-Faatihah dengan sempurna.

Ini adalah pendapat Imam Al-Bukhariy, Ibnu Hazm, Asy-Syawkaniy dan selain mereka.

 

Wallahulmuwaffiq


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: